Rahasia Sukses Pendiri Google (1)

Google? Mungkin “ia” adalah sahabat terbaik pengguna internet. Kemampuannya memberikan hasil pencarian dengan cepat, akurat, dan (nyaris) bebas iklan sangat disenangi banyak orang. Saat ini Google menjadi perusahaan raksasa tingkat dunia.

Apa rahasia sukses para pendiri Google?

 

Latar belakang dan budaya keluarga

Sergey Brin dan Larry Page memiliki banyak kesamaan latar belakang. Mereka telah mengenal komputer sejak masih di usia SD, di bawah bimbingan orang tua yang menggunakan komputer dan matematika canggih baik di rumah maupun di kantor (kebetulan ayah mereka adalah profesor yang disegani).

Keduanya sama – sama dibesarkan dalam keluarga dengan adu otak sebagai menu sehari – hari. Belajar mempertahankan gagasan yang diyakini secara mati – matian membuat mereka memiliki kedalaman intelektual yang sulit ditandingi oleh orang semuda mereka. Mereka digambarkan orang lain : “cerdas, ramah, dan agak eksentrik”.

Saat masih kecil, Larry digambarkan sebagai anak yang selalu tertarik untuk mengetahui cara kerja segala sesuatu. Tidak hanya masalah teknik, namun juga masalah sosial, politik, pemerintahan, apapun. Ia sering membuat gurunya tercengang dengan kemampuannya memanfaatkan teknologi komputer yang pada masa itu masih menjadi barang mahal dan canggih. Larry hanya mengatakan,

Saya tidak pernah ngotot, saya hanya menyukai komputer

Mau belajar pada orang lain

Selain latar belakang keluarga yang mendukung, Larry menyatakan kalau kesuksesannya juga disebabkan karena ia mempunyai akses ke orang – orang hebat yang bersedia membagikan saran serta keahlian mereka. Suatu pendapat yang rendah hati dan benar, karena tanpa orang lain kita tidak bisa berbuat banyak.

Tidak berfokus pada uang dan kekayaan

Pada akhirnya, Larry dan Sergey berhasil meraih kesuksesan melalui Google. Namun demikian, perlu dicatat bahwa pada awalnya mereka tidak menciptakan Google untuk membuat diri mereka kaya. Mereka hanya ingin meneliti untuk disertasi Ph.D. guna studi doktoral mereka di Stanford University, karena dalam keluarga mereka, tidak ada yang lebih berharga dari pendidikan. Setelah cuti dari Stanford, visi mereka tetaplah bukan menjadi kaya namun membantu orang lain.

Berikut pernyataan Larry:

Kami memulai perusahaan ini karena tidak puas dengan teknologi pencarian yang sudah ada. Jika belakangan kami sukses, itu merupakan produk sampingan.

Profesor Dennis Allison dari Standford menyatakan :

Mereka digerakkan oleh visi bagaimana seharusnya sesuatu bekerja, dan bukan untuk mencari uang.

Dengan tujuan seperti itu, tidaklah heran Google meraih kesuksesan seperti yang dimilikinya sekarang.

So let’s googling now!

Disadur dari : “Google Story”, David A. Vise

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s