Quantum Teaching – sebuah ringkasan

Pernah mendengar atau membaca tentang Quantum Teaching? Kalau anda seorang guru atau dosen mungkin sudah sangat sering mendengar tentang konsep yang dikemukakan Bobby De Porter ini ya.

Saya mencoba meringkas dan mengadaptasi QT untuk keperluan mengajar saya di kampus. Semoga semester depan bisa saya terapkan. Here they are.

Asas Utama

Asas utama Quantum Teaching :

“Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”.

Kita perlu masuk dulu ke dalam dunia mahasiswa. Dapatkanlah wewenang dan hak untuk memasuki dunia mereka. Wewenang itu akan diberikan mahasiswa dengan sukarela, jika Anda memperlakukan mereka sebagai manusia. Manusia dewasa dengan segala aspek kepribadiannya.

Setelah kaitan itu terbentuk, barulah Anda dapat membawa mereka ke dalam dunia Anda. Di sinilah hal – hal baru Anda beberkan kepada mereka, sehingga pada akhirnya mereka memahami isi dunia Anda, dan membawanya ke dalam dunia mereka sendiri (sebagai milik pribadi mereka).

Model Quantum Teaching

Unsur – unsur dari “simfoni” pembelajaran Anda adalah : konteks dan isi.

Konteks adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menyampaikan isi dengan baik. Bagian – bagiannya ialah :

  1. Suasana yang memberdayakan
    1. Kepercayaan dosen akan kemampuan dan motivasi mahasiswa harus terlihat jelas. Dosen perlu punya pandangan positif terhadap mahasiswanya.
      • Memperhatikan emosi mahasiswa dapat membantu mempercepat pembelajaran mereka. Kondisi “flow” saat belajar/kuliah sangat penting.
    2. Supaya siswa terlibat dalam kuliah, dosen harus membangun hubungan, yaitu dengan menjalin rasa simpati dan pengertian. Mahasiswa (sebagai manusia) lebih penting dari materi.
    3. Perlunya membawa kegembiraan dalam proses belajar – mengajar melalui : afirmasi (penguatan), pengakuan, dan perayaan.
      • RESIKO + KEGEMBIRAAN = KERIANGAN
    4. Resiko membangkitkan keinginan “bertualang” bagi para pelajar. Tanpa resiko, mereka akan tinggal dalam zona nyaman yang membosankan.
    5. Membuat semua siswa merasa “saling memiliki” satu dengan yang lain. Kepaduan tim ini membuat orang merasa berdaya untuk keluar dan mempertaruhkan zona nyaman mereka demi sukses dan belajar.
    6. Keteladanan sangat penting. Diri Anda lebih penting dari pengetahuan Anda.
  2. Landasan yang kukuh
    1. Komunitas belajar perlu memiliki tujuan yang sama (yang disepakati di awal perkuliahan).
    2. Prinsip – prinsip (sama dengan nilai – nilai moral yang dipegang oleh kelas). Tentukanlah hal itu bersama – sama, dan peganglah sepanjang semester.
    3. Yakin akan kemampuan Anda mengajar, dan kemampuan siswa Anda belajar.
    4. Kesepakatan, kebijakan, prosedur, dan peraturan. Semakin jelas, mahasiswa akan semakin merasa aman dan minim kejutan.
    5. Menjaga komunitas tetap berjalan (dan bertumbuh)
      • Mahasiswa adalah mitra (bukan obyek) dalam belajar.
      • Penggambaran tentang masa depan, AMBAK bagi mahasiswa dalam kehidupannya nanti sangat penting.
  3. Lingkungan yang mendukung (lebih cocok untuk siswa di sekolah)
  4. Rancangan belajar yang dinamis
    1. Merancang pengajaran dengan konsep : “Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”.
    2. Memahami modalitas “V, A, K”
    3. Bagaimana rancangan pengajaran (SAP) anda memastikan kesuksesan mahasiswa? Karena siswa punya 2 masalah : pelajaran sulit & resiko besar. Pergunakanlah konsep :
      • Multisensori (V, A, K), pemotongan menjadi segmen, dan pengulangan.
      • Kelompok besar –> kelompok kecil –> individu (mengurangi resiko)
    4. Kerangka rancangan Quantum Teaching (TANDUR) :
      • T  : Tumbuhkan. Pikat mereka, puaskan AMBAK.
      • A : Alami. Berikan mereka pengalaman belajar, tumbuhkan kebutuhan untuk mengetahui sesuatu
      • N : Namai. Berikan “data”, “nama”, “kunci” saat minat memuncak.
      • D : Demonstrasikan. Beri kesempatan mereka untuk menghayati dan membuat pengetahuan sebagai “milik/pengalaman pribadi”.
      • U : Ulangi. Rekatkan gambar keseluruhannya.
      • R : Rayakan.  Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan. Perayaan menambatkan pengalaman belajar dengan asosiasi positif.
    5. Multiple Intelligence dan Slim n Bil
    6. Penggunaan metafora, perumpamaan dan sugesti (positif) dalam pengajaran.

Sedang isi adalah materi yang Anda bawakan beserta cara penyampaiannya kepada mahasiswa. Bagian – bagiannya meliputi :

  1. Penyajian yang prima
    1. Tujuh pedoman presentasi sukses
      1. Memahami apa yang Anda inginkan
      2. Membina hubungan dengan mahasiswa
      3. “Membaca” kondisi terkini mereka
      4. Memiliki target untuk keadaan mereka
      5. Menggunakan modalitas mereka (V, A, K)
      6. Memanfaatkan ruangan
      7. Bersikap tulus
    2. Menjadi quantum teacher
    3. Pencocokan modalitas
    4. Empat prinsip komunikasi ampuh
      1. Munculkan kesan positif
      2. Arahkan fokus dengan kata – kata
      3. Bersikap inklusif (mengajak), bukan memaksa
      4. Jelas dan spesifik
    5. Komunikasi nonverbal
      • Kontak mata
      • Ekspresi wajah
      • Nada suara/intonasi
      • Gerak tubuh
      • Sosok/postur
    6. Paket presentasi efektif, dosen sebagai
      1. Penemu
      2. Pemimpin
      3. Pengarah
    7. Penambatan. Perlunya tambatan pribadi bagi masing – masing mahasiswa sehingga mereka dapat mengakses yang terbaik dari kemampuan Anda.
  2. Fasilitasi yang luwes
  3. Ketrampilan belajar untuk belajar
  4. Ketrampilan hidup

Selengkapnya bisa membaca “Quantum Teching” karya Bobby DePorter. Buku ini baru diterbitkan ulang dengan wajah baru oleh Penerbit Kaifa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s