Teach With Your Heart – Belajar dari Erin Gruwell (bagian 2)

teach1Pengantar : pada posting kali ini akan dikupas lebih dalam apa yang sudah dilakukan Erin Gruwell (diambil dari buku yang ditulisnya) untuk menolong murid – muridnya untuk belajar membaca, menulis, dan lebih dari itu, mengubah jalan hidup mereka. It’s very touching story!

Latar Belakang

erin-gruwell-color-2005-photoshop1Erin Gruwell semula ingin kuliah di jurusan hukum dan menjadi seorang pengacara. Hal itu berubah saat terjadi kerusuhan karena pimpinan gank akan diadili. Banyak perampokan, pembakaran, bahkan pelemparan bom molotov di Newport Beach. Dalam kerusuhan itu (yang menjurus menuju kerusuhan rasial) banyak remaja yang terlibat, dan Erin merasa perlu melakukan sesuatu. Dari situ ia memiliki misi untuk “mengubah dunia” melalui mengubah murid – murid di sekolah (pendidikan).

Strategi Erin

Secara garis besar, berikut ini strategi yang dilakukan Erin (dalam pandangan saya) :

  • Berusaha terhubung dengan murid – muridnya.
  • Merancang cara supaya murid – muridnya merasa saling terhubung satu sama lain.
  • Melalui hal itu, Erin ingin murid – muridnya untuk dapat belajar membaca dan menulis dengan baik (karena ia adalah guru bahasa Inggris).
  • (Mungkin tanpa ia sadari) hal itu telah memicu murid – muridnya untuk tidak hanya belajar secara akademis, tetapi mereka bertekad untuk mengubah hidup mereka sendiri.
  • Pada gilirannya mereka bersama – sama ingin mengubah dunia!

Metode Erin

FREEDOM WRITERSErin mencari cara yang “tidak ortodox” untuk melakukan hal di atas. Supaya ia “terhubung”, ia berbicara dari hati ke hati dengan muridnya, mempelajari musik kegemaran mereka, mengantar mereka pulang dan melihat (serta merasakan) lingkungan mereka yang keras, kembali ke masa mudanya dan menggunakannya untuk menarik perhatian mereka, menggunakan bahasa – bahasa slang mereka, dan lain – lain. Ia masuk ke dalam dunia mereka.

Erin membuat permainan yang membuat mereka merasakan “kesamaan” mereka di tengah perbedaan ras (yang sering memicu permusuhan rasial), menghadiahkan buku (dan membaca buku bersama) yang membuat mereka menemukan diri mereka sendiri. Ia menghadirkan suasana kelas yang terbuka dan aman sehingga satu per satu murid muncul dengan kisah mereka masing – masing.

Alih – alih mengajar kelas dengan proses belajar mengajar biasa (di dalam kelas), Erin banyak mengundang orang – orang yang kompeten untuk berbicara di kelasnya (Miep Gies — pelindung Anne Frank dari holocaust,  Zlata – gadis yang selamat dari pembersihan etnis di Sarajevo, dll), mengajak murid – muridnya ke dalam field trip ke tempat – tempat bermakna (mengunjungi museum of tolerance, menonton Schlinder’s List bersama, bertemu Steven Spielberg di Universal Studio, pergi bersama ke tempat – tempat bersejarah di Washigton DC, menemui Sekretaris Pendidikan, dll), melakukan kegiatan sosial untuk maksud – maksud baik (pengumpulan dana untuk Sarajevo, mendirikan Freedom Writers untuk berkampanye dalam mengubah nasib anak – anak yang kurang beruntung seperti mereka, dll).

Pengorbanan Erin

gruwellHebatnya, Erin melakukan (paling tidak berusaha memulai) itu semua dengan inisiatif, usaha, bahkan uangnya sendiri. Itu dilakukan karena ia mengasihi murid – muridnya dengan tulus, dan ia ingin mereka mendapatkan dan mencapai hasil terbaik dalam pendidikan (dan hidup) mereka. Ia mencari (dan bertemu dengan) banyak orang baik yang mau terlibat dalam usaha nirlaba, sambil terus memberikan uangnya sendiri (bahkan yang diberikan oleh orang lain untuknya) untuk kebaikan murid – muridnya yang ia kasihi. Erin seolah hampir tidak pernah memikirkan berapa uang yang ia miliki, barang – barang apa yang perlu ia beli sendiri (pakaian, rumah), hampir semua ia berikan kepada orang lain.

Sayangnya tidak semua orang menghargai apa yang ia lakukan. Ia tidak diterima dengan baik di ruang guru karena (mungkin) banyak guru yang iri pada guru yunior seperti dia. Supervisornya sendiri tidak mendukungnya bahkan mengatakan murid – muridnya orang yamg bodoh (dan tidak layak untuk membaca buku tertentu), orang tua murid yang merasa “dilangkahi” dalam mendidik anaknya, masyarakat sekitar (awalnya) memandang murid – muridnya dengan prasangka, sampai isu bahwa ia memiliki affair dengan pejabat tinggi sekolah. Semuanya ia terima dengan lapang dada (dan tutup telinga) demi murid – muridnya yang (sekali lagi) ia kasihi.

Akibat yang luar biasa

083487gruwell1804Semua kegiatan di luar kelas yang disertai persahabatan dan hubungan yang dekat, secara alami makin merekatkan hubungan Erin dengan muridnya, ataupun hubungan antar murid itu sendiri. Sejalan dengan itu pemahaman mereka akan suatu topik makin membaik, juga kemampuan membaca, menulis, dan menyampaikan gagasan kepada orang lain meningkat pesat. Nilai – nilai akademis merekapun meningkat dengan sendirinya.

Karena murid – muridnya merasakan kasihnya yang tulis, mereka juga mengasihi Erin dengan tulus juga. Bukan hanya siap membantu, tapi mereka juga membuktikan itu dengan berubah makin hari makin baik. Anak yang biasanya hanya membuat ulah, mau menyelesaikan membaca 4 buku tebal. Anak yang mengalami kesulitan membaca (dislexia) menjadi ahli dalam menulis. Anak yang mendapat nilai F berubah menjadi nilai A. Anak yang setengah buta mendapatkan kembali semangat hidup dan belajarnya. Hampir semua anak yang bermasalah dengan kekerasan lingkungan, pengabaian oleh orang tua, pelecehan, kemiskinan, akhirnya memperoleh pencerahan dan mulai berubah hidupnya..

Pesan mereka tidak hanya berhenti di sekolah, namun masuk ke dalam pemberitaan media lokal, media nasional, acara TV nasional (Prime Time, Oprah), bahkan kumpulan tulisan mereka (150 anggota Freedom Writer) diterbitkan dalam sebuah buku (Freedom Writer Diary) dan difilmkan (dengan Hillary Swank berperan sebagai Erin). Dengan bantuan beberapa donatur dan anggota Freedom Writers, Erin mendirikan “Freedom Writers Foundation” untuk membantu semua orang dalam mendidik anak – anak dengan “kebutuhan khusus” seperti yang telah ia lakukan di ruang 203 (ruang kelasnya semasa di SMU).

freedom-writers

Dan seluruh dunia mendengar pesan mereka.. Dan (mungkin) dunia juga mulai berubah karena mereka…

5 thoughts on “Teach With Your Heart – Belajar dari Erin Gruwell (bagian 2)

  1. Avid Reader

    Erin Gruwell truly is a hero, changing the lives of 150 students, and inspiring millions. She really is a motivational person I would like to meet one day. You Rock!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s