Mengapa Anda Belajar?

“Mengapa Anda belajar?”. Saat pertanyaan itu saya lontarkan kepada mahasiswa, maka dengan segera berbagai jawaban mengemuka. Yang paling banyak ialah bahwa dengan belajar (kuliah), dirinya akan memperoleh ilmu yang diperlukan untuk nantinya akan dijadikan modal dalam bekerja.

Namun saat saya ajukan pertanyaan kedua, “memangnya Anda yakin akan memperoleh kerja di bidang X saat Anda lulus nanti?” Biasanya sang mahasiswa akan terlihat sedikit bingung dan ragu (sebagian sambil menggaruk – garuk kepala) akan menggeleng pelan. “Jadi untuk apa Anda susah – susah belajar jika nantinya Anda tidak yakin akan bekerja dalam bidang yang sama?”.

…………………………………………………………………………………………….

Saat kita memikirkan bersama tujuan belajar ataupun bersekolah di sekolah formal, maka dengan cepat yang melintas dalam pikiran kita adalah alasan ekonomis. Sekolah untuk dapat gelar (dan ilmu mungkin), gelar bisa dipakai untuk mencari kerja, pekerjaan saya akan menghasilkan uang. Selesai.

Jika semua mahasiswa berpikir pragmatis seperti ini, mungkin mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan, pekerjaan dan uang. Namun mereka kehilangan hal besar, makna sebenarnya dari belajar. UNESCO menyatakan bahwa ada 4 pilar pendidikan yaitu :

1. Learning to know

2. Learning to do

3. Learning to be

4. Learning to live together

Dimana hasil akhir dari 4 pilar pendidikan di atas ialah kemampuan seseorang untuk melakukan life long learning (belajar seumur hidup).

Secara sekilas kita dapat melihat bahwa ilmu pengetahuan secara teknis (yang biasanya menjadi tujuan utama dari mahasiswa) hanyalah seperempat dari tujuan keseluruhan pendidikan. Tidak ada separuh! Hal ini berarti bahwa setiap pelajar (siswa, mahasiswa) dan pengajar (guru, dosen) harus mengejar dan mengajar 3 tujuan yang lain.

Learning to do berarti bahwa mahasiswa tidak hanya tahu, namun harus belajar melakukan (dengan tekanan yang berbeda antara pendidikan S1 dengan vokasi), baik dalam laboratorium, maupun di tempat dan media lainnya.

Learning to be berarti bahwa mahasiswa harus dapat bersikap sebagai seorang pribadi dengan watak – watak yang dewasa, jujur dan berintegritas dalam melakukan segala sesuatu. Kepandaian tidak pernah mengalahkan watak.

Learning to live together berarti bahwa mahasiswa harus belajar untuk hidup bersama. Ia harus mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari sebuah komunitas, bukan pemain tunggal yang dominan dan egois.

One thought on “Mengapa Anda Belajar?

  1. Iwan Njoto Sandjaja

    How about:

    Learn the truth
    Learn how to respond to the truth
    Learn to do the truth
    Learn to live the truth together

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s