<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Belajar di Kampus</title>
	<atom:link href="http://belajardikampus.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajardikampus.wordpress.com</link>
	<description>Everything you need to know about campus life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Nov 2011 14:14:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='belajardikampus.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Belajar di Kampus</title>
		<link>http://belajardikampus.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://belajardikampus.wordpress.com/osd.xml" title="Belajar di Kampus" />
	<atom:link rel='hub' href='http://belajardikampus.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perlukah Dosen mengerjakan &#8220;proyek&#8221;?</title>
		<link>http://belajardikampus.wordpress.com/2011/08/21/perlukah-dosen-mengerjakan-proyek/</link>
		<comments>http://belajardikampus.wordpress.com/2011/08/21/perlukah-dosen-mengerjakan-proyek/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2011 08:23:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Handy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Teacher's heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajardikampus.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan di atas sering menjadi pemikiran saya sebagai dosen. Bagaimana menurut pendapat Anda? Saya ingin mengetengahkan sisi negatif dan positif dari dosen yang mengerjakan &#8220;proyek&#8221;. Proyek yang dimaksud di sini tentunya proyek yang berhubungan dengan keilmuan yang digeluti, bukan bisnis sampingan yang sifatnya non teknis. Selain itu saya juga tidak membahas tentang alasan ekonomi, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=293&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan di atas sering menjadi pemikiran saya sebagai dosen. Bagaimana menurut pendapat Anda?</p>
<p><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2011/08/faculty_board.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-294" title="faculty_board" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2011/08/faculty_board.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Saya ingin mengetengahkan sisi negatif dan positif dari dosen yang mengerjakan &#8220;proyek&#8221;. Proyek yang dimaksud di sini tentunya proyek yang berhubungan dengan keilmuan yang digeluti, bukan bisnis sampingan yang sifatnya non teknis. Selain itu saya juga tidak membahas tentang alasan ekonomi, karena saat seseorang menjadi dosen (di Indonesia) seharusnya ia siap dengan standar hidup yang sedikit lebih rendah dibanding orang yang bekerja di kantor/industri.</p>
<p><strong>Sisi positif</strong></p>
<p>Saat dosen mengerjakan proyek di industri, dia akan dapat melihat dengan jelas dan nyata penerapan ilmunya di lapangan. Hal ini juga membuat dia lebih &#8220;up to date&#8221; secara keilmuan, karena (di Indonesia) sering kali kecepatan teknologi di industri lebih cepat daripada di kampus. Kemampuan dosen untuk melakukan <em>troubleshooting</em> juga akan lebih terasah, karena sering kali situasi di lapangan tidak seideal sitasi di ruang kelas/laboratorium.</p>
<p>Sebagai tujuan akhir, tentunya dosen diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan ilmu yang lebih tepat guna dan &#8220;dapat dijual&#8221; di industri. Pihak industri juga lebih puas karena mereka mendapat lulusan yang lebih siap kerja. Selain ilmu, dosen juga dapat membagikan tentang gaya dan suasana kerja di industri yang lebih berfokus pada hasil, terikat deadline, dll.</p>
<p>Lebih jauh lagi, dosen dapat melibatkan mahasiswa dalam tim yang mengerjakan proyek dari industri. Hal ini akan sangat membantu mahasiswa untuk siap di dunia kerja. Tentunya dengan proporsi waktu dan energi yang tepat, mengingat mahasiswa juga masih punya banyak kewajiban yang lain.</p>
<p><strong>Sisi negatif</strong></p>
<p>Namun demikian juga ada sisi &#8211; sisi negatif dari hal ini. Karena proyek di industri seringkali menuntut waktu lebih banyak, terkadang dosen dapat meninggalkan tugas utamanya untuk mengajar dan membimbing mahasiswa. Saya ingat dulu saat kuliah dosen saya menyampaikan, &#8220;sampai ketemu lagi di kuliah bulan depan, karena selama sebulan ini saya akan berada di Kalimantan.&#8221; Saya kira hal ini tidak etis karena panggilan dan tugas utama dosen ialah menjalankan Tri Dharma pendidikan.</p>
<p>Selain itu ada juga dosen yang memiliki banyak ilmu, ahli dalam proyek &#8211; proyek di industri, namun sangat sedikit berbagi dengan mahasiswa. Bahkan saat mengajar juga tidak fokus karena terlalu sibuk dengan proyeknya. Dalam hal ini saya menyebut pengerjaan proyek tersebut &#8220;sia &#8211; sia&#8221;. Karena hal itu tidak memberdayakan orang lain (mahasiswa), hanya menguntungkan dirinya sendiri saja.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Jadi, bagaimana kesimpulannya? Menurut saya pribadi, dosen perlu mengerjakan proyek. Meski hal tersebut tidak mudah dan menuntut <em>effort</em> lebih, namun demi kualitas pengajaran bagi mahasiswa hal itu layak diusahakan. Selain itu, dosen perlu menjauhkan diri dari keinginan untuk &#8220;mengumpulkan uang sebanyak &#8211; banyaknya&#8221; dari proyek. Motivasinya harus diganti dengan keinginan untuk memberdayakan mahasiswa agar lebih siap dunia kerja.</p>
<p>(<em>Note </em>: Jika memang uang ialah tujuannya, seharusnya orang jangan menjadi dosen, jadilah seorang technopreneur. Profesi tersebut juga tidak kalah terhormatnya untuk membangun bangsa..)</p>
<p>Demikian pemikiran saya, ada komentar?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belajardikampus.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belajardikampus.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belajardikampus.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belajardikampus.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belajardikampus.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belajardikampus.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belajardikampus.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belajardikampus.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belajardikampus.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belajardikampus.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belajardikampus.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belajardikampus.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belajardikampus.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belajardikampus.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=293&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajardikampus.wordpress.com/2011/08/21/perlukah-dosen-mengerjakan-proyek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0b41fc1439eb2a5562532ab86e14955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2011/08/faculty_board.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">faculty_board</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mempersiapkan Mata Kuliah Baru</title>
		<link>http://belajardikampus.wordpress.com/2011/08/05/mempersiapkan-mata-kuliah-baru/</link>
		<comments>http://belajardikampus.wordpress.com/2011/08/05/mempersiapkan-mata-kuliah-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 15:34:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Handy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Teacher's heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajardikampus.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Semester ini saya akan mengajar Mata Kuliah yang baru di jurusan saya. Apa ya yang harus saya siapkan? Setelah berpikir sejenak, berikut hal &#8211; hal yang harus saya siapkan : 1. Mempersiapkan content Content atau isi adalah &#8220;bahan utama&#8221; dari suatu Mata Kuliah. Saya sebagai dosen harus menguasai topik MK sebaik mungkin. Saya perlu membaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=281&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semester ini saya akan mengajar Mata Kuliah yang baru di jurusan saya. Apa ya yang harus saya siapkan? Setelah berpikir sejenak, berikut hal &#8211; hal yang harus saya siapkan :</p>
<p><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2011/08/teacher1_kecil.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-284" title="Chemistry Teacher with Students in Class" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2011/08/teacher1_kecil.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><strong>1. Mempersiapkan <em>content</em><br />
</strong></p>
<p><em>Content</em> atau isi adalah &#8220;bahan utama&#8221; dari suatu Mata Kuliah. Saya sebagai dosen harus menguasai topik MK sebaik mungkin. Saya perlu membaca (dan memahami) topik tersebut dari beberapa buku teks yang ada di perpustakaan. Diskusi dengan kolega dosen ataupun browsing di internet akan membantu pemahaman (dan pendalaman) topik tersebut.</p>
<p><strong>2. Mempersiapkan presentasi</strong></p>
<p>Karena saat ini hampir setiap MK dibawakan melalui presentasi Power Point, hal berikutnya yang harus dilakukan ialah mempersiapkan presentasi. Menterjemahkan pemahaman (dari buku teks) ke dalam presentasi yang baik dan menarik itu tidak mudah. Saya harus mengartikulasikan pemahaman tersebut ke dalam beberapa baris tulisan singkat (plus gambar).  Salah satu catatan saya, lebih baik membuat presentasi sendiri (meski sederhana), daripada menggunakan presentasi orang lain (yang sekarang bisa didapat dengan gampang dari internet).</p>
<p><strong>3. Mempersiapkan metode pembelajaran</strong></p>
<p><strong></strong>Perkuliahan bukanlah ceramah 1 arah dari dosen. Dosen harus makin kreatif untuk membelajarkan mahasiswa. Untuk itu, perlu waktu dan ide untuk membuat mahasiswa mau belajar. Mungkin dengan diskusi yang memancing ide, presentasi dengan topik menarik ataupun membuat project yang aplikatif. Intinya, kita harus menyiapkan metode pembalajaran selain ceramah.</p>
<p><strong>4. Mempersiapkan metode evaluasi</strong></p>
<p>Hal yang berikutnya yang harus disiapkan ialah metode evaluasi. Melakukan evaluasi itu tidak mudah. Saya harus yakin bahwa saya tidak hanya mengamati hasil tetapi proses. Saya juga harus mengusahakan evaluasi sebagai pemberian umpan balik yang mencerdaskan, bukan sekedar ujian yang menegangkan. Apa dan bagaimana evaluasi membutuhkan pemikiran mendalam.</p>
<p><strong>5. Mempersiapkan <em>sharing</em> nilai &#8211; nilai kehidupan</strong></p>
<p><em>Last but not least</em>, saya perlu mempersiapkan nilai &#8211; nilai apa yang ingin saya <em>share</em> pada mahasiswa semester depan? Karena dosen bukan hanya memintarkan mahasiswa (sisi kognitif) saja, namun juga harus memuliakan mahasiswa (sisi moral, spiritual). Alangkah sayangnya jika pengajaran kognitif yang hebat tidak dibarengi dengan pemberian nilai &#8211; nilai luhur dan kekal dari Sang Pencipta.</p>
<p>Jadi, sudah siap mengajar semester depan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belajardikampus.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belajardikampus.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belajardikampus.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belajardikampus.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belajardikampus.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belajardikampus.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belajardikampus.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belajardikampus.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belajardikampus.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belajardikampus.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belajardikampus.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belajardikampus.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belajardikampus.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belajardikampus.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=281&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajardikampus.wordpress.com/2011/08/05/mempersiapkan-mata-kuliah-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0b41fc1439eb2a5562532ab86e14955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2011/08/teacher1_kecil.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Chemistry Teacher with Students in Class</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Web 2.0 bagi Pendidik &#8211; Pendahuluan</title>
		<link>http://belajardikampus.wordpress.com/2011/05/13/web-2-0-bagi-pendidik-pendahuluan/</link>
		<comments>http://belajardikampus.wordpress.com/2011/05/13/web-2-0-bagi-pendidik-pendahuluan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 09:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Handy</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT in Education]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajardikampus.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda seorang pendidik? Guru atau dosen mungkin? Jika iya, apakah Anda sudah memanfaatkan internet sebagai alat untuk membantu proses pembelajaran anak didik Anda? Jika Anda belum melakukannya, mari mulai berpikir untuk menerapkannya! Internet di era sekarang disebut dengan Web 2.0. Apa artinya? Internet generasi ke dua ini menekankan pentingnya kolaborasi dan interaksi dari pembuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=276&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2011/05/internet-education.jpg"><img class="size-full wp-image-277 alignleft" title="internet-education" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2011/05/internet-education.jpg?w=240&#038;h=240" alt="" width="240" height="240" /></a>Apakah anda seorang pendidik? Guru atau dosen mungkin? Jika iya, apakah Anda sudah memanfaatkan internet sebagai alat untuk membantu proses pembelajaran anak didik Anda? Jika Anda belum melakukannya, mari mulai berpikir untuk menerapkannya!</p>
<p>Internet di era sekarang disebut dengan <em>Web</em> 2.0. Apa artinya? Internet generasi ke dua ini menekankan pentingnya <strong>kolaborasi</strong> dan <strong>interaksi</strong> dari pembuat dan pengguna <em>web</em>.</p>
<p>Secara sederhana, hal ini tentu sangat membantu para siswa/mahasiswa untuk belajar lebih baik. Bayangkan jika kapanpun dan dimanapun mereka masih bisa &#8220;terhubung&#8221; dengan rekan &#8211; rekan (maupun guru/dosennya) untuk berdiskusi tentang hal &#8211; hal akademis. Wow!</p>
<p>Secara pribadi, saya mulai menyadari pentingnya internet untuk media pembelajaran dengan membuat blog yang berhubungan dengan bidang ilmu saya. Beberapa ulasannya sudah saya sampaikan di<a href="http://belajardikampus.wordpress.com/2009/03/30/manfaat-blog-untuk-pembelajaran-semua-orang/" target="_blank"> posting sebelumnya</a>.</p>
<p>Hal ini berlanjut saat saya menemukan buku bagus berjudul &#8220;Web 2.0 &#8211; Panduan bagi Para Pendidik&#8221; (Penerbit Indeks, 2011). Dari buku itu, saya mendapatkan banyak wawasan bahwa banyak sekali <em>tool</em> di <em>internet</em> yang dapat digunakan untuk membantu anak didik dalam belajar. Blog, Facebook, Twitter, <em>podcast</em>, Wikipedia, adalah beberapa terminologi internet populer yang dibahas dalam buku ini.</p>
<p>Saya berharap bisa membahasnya (disertai dengan pengalaman pribadi) pada posting &#8211; posting mendatang.</p>
<p><em>Happy teaching!</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belajardikampus.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belajardikampus.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belajardikampus.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belajardikampus.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belajardikampus.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belajardikampus.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belajardikampus.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belajardikampus.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belajardikampus.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belajardikampus.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belajardikampus.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belajardikampus.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belajardikampus.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belajardikampus.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=276&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajardikampus.wordpress.com/2011/05/13/web-2-0-bagi-pendidik-pendahuluan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0b41fc1439eb2a5562532ab86e14955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2011/05/internet-education.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">internet-education</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia Sukses Pendiri Google (1)</title>
		<link>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/12/14/rahasia-sukses-pendiri-google-1/</link>
		<comments>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/12/14/rahasia-sukses-pendiri-google-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 11:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Handy</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT in Education]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajardikampus.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Google? Mungkin &#8220;ia&#8221; adalah sahabat terbaik pengguna internet. Kemampuannya memberikan hasil pencarian dengan cepat, akurat, dan (nyaris) bebas iklan sangat disenangi banyak orang. Saat ini Google menjadi perusahaan raksasa tingkat dunia. Apa rahasia sukses para pendiri Google? &#160; Latar belakang dan budaya keluarga Sergey Brin dan Larry Page memiliki banyak kesamaan latar belakang. Mereka telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=224&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/12/larry-page-dan-sergey-brin.jpg"><img class="size-full wp-image-225 alignright" title="larry-page-dan-sergey-brin" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/12/larry-page-dan-sergey-brin.jpg?w=294&#038;h=200" alt="" width="294" height="200" /></a>Google? Mungkin &#8220;ia&#8221; adalah sahabat terbaik pengguna internet. Kemampuannya memberikan hasil pencarian dengan cepat, akurat, dan (nyaris) bebas iklan sangat disenangi banyak orang. Saat ini Google menjadi perusahaan raksasa tingkat dunia.</p>
<p>Apa rahasia sukses para pendiri Google?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Latar belakang dan budaya keluarga</strong></span></p>
<p>Sergey Brin dan Larry Page memiliki banyak kesamaan latar belakang. Mereka telah mengenal komputer sejak masih di usia SD, di bawah bimbingan orang tua yang menggunakan komputer dan matematika canggih baik di rumah maupun di kantor (kebetulan ayah mereka adalah profesor yang disegani).</p>
<p>Keduanya sama &#8211; sama dibesarkan dalam keluarga dengan <strong>adu otak </strong>sebagai menu sehari &#8211; hari. Belajar <strong>mempertahankan gagasan </strong>yang diyakini secara mati &#8211; matian membuat mereka memiliki kedalaman intelektual yang sulit ditandingi oleh orang semuda mereka. Mereka digambarkan orang lain : &#8220;cerdas, ramah, dan agak eksentrik&#8221;.<span id="more-224"></span></p>
<p><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/12/larry-page-a-sergey-brin.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-226" title="larry-page-a-sergey-brin" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/12/larry-page-a-sergey-brin.png?w=300&#038;h=298" alt="" width="300" height="298" /></a></p>
<p>Saat masih kecil, Larry digambarkan sebagai anak yang <strong>selalu tertarik untuk mengetahui </strong>cara kerja segala sesuatu. Tidak hanya masalah teknik, namun juga masalah sosial, politik, pemerintahan, apapun. Ia sering membuat gurunya tercengang dengan kemampuannya memanfaatkan teknologi komputer yang pada masa itu masih menjadi barang mahal dan canggih. Larry hanya mengatakan,</p>
<blockquote><p>Saya tidak pernah ngotot, saya hanya menyukai komputer</p></blockquote>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Mau belajar pada orang lain</strong></span></p>
<p>Selain latar belakang keluarga yang mendukung, Larry menyatakan kalau kesuksesannya juga disebabkan karena ia mempunyai <strong>akses ke orang &#8211; orang hebat </strong>yang bersedia membagikan saran serta keahlian mereka. Suatu pendapat yang rendah hati dan benar, karena tanpa orang lain kita tidak bisa berbuat banyak.</p>
<p><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/12/sergey_brin_larry_page_580x.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-227" title="Sergey_Brin_Larry_Page_580x" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/12/sergey_brin_larry_page_580x.jpg?w=300&#038;h=234" alt="" width="300" height="234" /></a></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Tidak berfokus pada uang dan kekayaan</strong></span></p>
<p>Pada akhirnya, Larry dan Sergey berhasil meraih kesuksesan melalui Google. Namun demikian, perlu dicatat bahwa pada awalnya mereka tidak menciptakan Google untuk membuat diri mereka kaya. Mereka hanya ingin meneliti untuk disertasi Ph.D. guna studi doktoral mereka di Stanford University, karena dalam keluarga mereka, <strong>tidak ada yang lebih berharga dari pendidikan</strong>. Setelah cuti dari Stanford, visi mereka tetaplah bukan menjadi kaya namun membantu orang lain.</p>
<p>Berikut pernyataan Larry:</p>
<blockquote><p>Kami memulai perusahaan ini karena tidak puas dengan teknologi pencarian yang sudah ada. Jika belakangan kami sukses, itu merupakan produk sampingan.</p></blockquote>
<p><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/12/larry-page.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-228" title="larry page" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/12/larry-page.jpg?w=300&#038;h=210" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<p>Profesor Dennis Allison dari Standford menyatakan :</p>
<blockquote><p>Mereka digerakkan oleh visi bagaimana seharusnya sesuatu bekerja, dan bukan untuk mencari uang.</p></blockquote>
<p>Dengan tujuan seperti itu, tidaklah heran Google meraih kesuksesan seperti yang dimilikinya sekarang. <em> </em></p>
<p><em>So let&#8217;s googling now!</em></p>
<p><em>Disadur dari : &#8220;Google Story&#8221;, David A. Vise</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belajardikampus.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belajardikampus.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belajardikampus.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belajardikampus.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belajardikampus.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belajardikampus.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belajardikampus.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belajardikampus.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belajardikampus.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belajardikampus.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belajardikampus.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belajardikampus.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belajardikampus.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belajardikampus.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=224&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/12/14/rahasia-sukses-pendiri-google-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0b41fc1439eb2a5562532ab86e14955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/12/larry-page-dan-sergey-brin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">larry-page-dan-sergey-brin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/12/larry-page-a-sergey-brin.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">larry-page-a-sergey-brin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/12/sergey_brin_larry_page_580x.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sergey_Brin_Larry_Page_580x</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/12/larry-page.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">larry page</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Pengetahuan Ala Indonesia</title>
		<link>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/11/29/ekonomi-pengetahuan-ala-indonesia/</link>
		<comments>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/11/29/ekonomi-pengetahuan-ala-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 10:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Handy</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT in Education]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajardikampus.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Anda pernah mendengar tentang &#8220;ekonomi pengetahuan&#8221;? Secara sederhana, ekonomi jenis ini tidak lagi mendasarkan dirinya pada sumber daya alam yang melimpah, namun lebih menekankan pada pentingnya sumber daya manusia dengan tingkat pengetahuan tinggi. Di era modern ini, barangsiapa menguasai pengetahuan (meski miskin sumber daya alam) akan menjadi yang terdepan. Dan percaya atau tidak, sebenarnya bangsa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=217&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/11/knowledge_based_economy.jpg"><img class="alignleft" title="knowledge_based_economy" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/11/knowledge_based_economy.jpg?w=204&#038;h=240" alt="" width="204" height="240" /></a>Anda pernah mendengar tentang &#8220;ekonomi pengetahuan&#8221;? Secara sederhana, ekonomi jenis ini tidak lagi mendasarkan dirinya pada sumber daya alam yang melimpah, namun lebih menekankan pada pentingnya sumber daya manusia dengan tingkat pengetahuan tinggi. Di era modern ini, barangsiapa menguasai pengetahuan (meski miskin sumber daya alam) akan menjadi yang terdepan.</p>
<p>Dan percaya atau tidak, sebenarnya bangsa kita tercinta juga memimpikan hal yang sama. Prof Zuhal mengutip bahwa misi Indonesia di tahun 2025 ialah</p>
<blockquote><p>Mewujudkan bangsa yang berdaya saing lewat penguasaan dan pemanfaatan IPTEK</p></blockquote>
<p>Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa untuk mewujudkannya diperlukan hubungan segitiga antara :</p>
<ul>
<li>Penguasaan IPTEK</li>
<li>Daya saing</li>
<li><em>Knowledge based economy</em></li>
</ul>
<p>Misi di atas tentunya hanya sekedar mimpi jika tidak diukung tatanan sistem ekonomi politik Indonesia yang kondusif. Untuk menciptakannya, perlu dipahami bahwa sumber daya manusia (<em>human capital</em>) adalah aktor utama dalam sistem inovasi nasional (Sinas). <em>Human capital </em>yang diinginkan bangsa ini harus memiliki :</p>
<ul>
<li>etika moral dan kemanusiaan</li>
<li>semangat nasionalisme dan kerakyatan</li>
<li>mengutamakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia</li>
</ul>
<p>Namun demikian, <em>human capital</em> bukanlah sistem yang berdiri sendiri, namun harus berproses dengan tiga unsur berikut :<span id="more-217"></span></p>
<ol>
<li><em>Structural capital</em>, kemampuan dasar mengelola pengetahuan</li>
<li><em>Relation capital</em>, kemampuan dasar berkomunikasi untuk menularkan pengetahuan</li>
<li><em>Social capital</em>, aset nirwujud (<em>intangible</em>) berupa jati diri, kepribadian dan karakter yang tangguh, dst.</li>
</ol>
<p>Selain itu perlu dipahami pentingnya konsteks sosial eknomi yang melingkupi Sinas. Dengan berubahnya perekonomian Indonesia dari <em>resource-based</em> menjadi <em>knowledge-based</em>, maka bangsa kita tidak hanya mengandalkan kekayaan dan keragaman sumber daya alam yang merupakan komioditi dasar bernilai tambah kecil. Dengan <em>knowledge </em>yang baik, maka nilai tambah dapat diperbesar sehingga juga meningkatkan nilai produk yang dijual.</p>
<p>Salah satu kunci kekuatan daya saing yang berkelanjutan adalah penciptaan <em>knowledge based economy</em>. Sistem ini mewadahi keberadaan <em>technology entrepreneur (technopreneur)</em> yang merintis bisnis baru dengan mengandalkan pada inovasi.</p>
<p>Selain itu sinergi antara <strong>Perguruan Tinggi/Lembaga Penelitian</strong> (penyedia SDM), <strong>Pemerintah</strong> (fasilitator dan regulator), dan <strong>Bisnis</strong> (pemodal dan pencipta pasar) juga sangat penting.</p>
<p>Akhirnya, agar visi pembangunan Indonesia 2025 dapat terwujud, rezim politik yang diinginkan adalah rezim politik <em>knowledge based economy</em>. Untuk menyokong sistem ini, infrastruktur IPTEK mesti diarahkan secara konsisten guna melahirkan generasi muda INOVATOR di segala bidang. Sebab, pada gilirannya, sistem inovasi yang berfungsi baik kelak akan meningkatkan produktivitas, kesejahteraan dan kekuatan daya saing bangsa yang berkelanjutan.</p>
<p><em>Bab yang saya rangkum ini merupakan tulisan akhir (kesimpulan) dari  konsep besar (dan penting) yang disampaikan Prof. Zuhal. Saya  merangkumnya untuk memperjelas pemahaman saya sendiri.</em></p>
<p><em>Sumber : Zuhal, &#8220;Platform Kekuatan Daya Saing&#8221;, hal. 461 &#8211; 463, Gramedia Pustaka Utama, </em>2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belajardikampus.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belajardikampus.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belajardikampus.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belajardikampus.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belajardikampus.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belajardikampus.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belajardikampus.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belajardikampus.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belajardikampus.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belajardikampus.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belajardikampus.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belajardikampus.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belajardikampus.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belajardikampus.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=217&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/11/29/ekonomi-pengetahuan-ala-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0b41fc1439eb2a5562532ab86e14955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/11/knowledge_based_economy.jpg?w=255" medium="image">
			<media:title type="html">knowledge_based_economy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengajar mahasiswa untuk menjadi &#8220;pembelajar seumur hidup&#8221;</title>
		<link>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/06/23/mengajar-mahasiswa-untuk-menjadi-pembelajar-seumur-hidup/</link>
		<comments>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/06/23/mengajar-mahasiswa-untuk-menjadi-pembelajar-seumur-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 08:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Handy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Teacher's heart]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajardikampus.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai dosen di kampus, tantangan besar yang harus dihadapi ialah bagaimana menolong mahasiswa untuk menjadi &#8220;pembelajar seumur hidup&#8220;. Apa artinya? Sangat mungkin bagi dosen dan mahasiswa di Indonesia untuk kembali mengulang pola pendidikan yang telah didapat sebelumnya. Sudah menjadi rahasia umum kalau anak &#8211; anak Indonesia lebih cakap menghafal ataupun menggunakan rumus untuk mengerjakan soal. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=202&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/06/old-people-learn.jpg"><img class="size-medium wp-image-205 alignleft" title="old people learn" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/06/old-people-learn.jpg?w=240&#038;h=162" alt="" width="240" height="162" /></a>Sebagai dosen di kampus, tantangan besar yang harus dihadapi ialah bagaimana menolong mahasiswa untuk menjadi &#8220;<strong>pembelajar seumur hidup</strong>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa artinya?</p>
<p style="text-align:justify;">Sangat mungkin bagi dosen dan mahasiswa di Indonesia untuk kembali mengulang pola pendidikan yang telah didapat sebelumnya. Sudah menjadi rahasia umum kalau anak &#8211; anak Indonesia lebih cakap menghafal ataupun menggunakan rumus untuk mengerjakan soal. Namun mereka (bahkan pengajar seperti saya) kurang cakap dalam menganalisa maupun memahami alasan di balik penggunaan rumus.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya, mahasiswa (atau sebelumnya siswa) hanya menjadi pengulang yang tidak kreatif dan inovatif dalam memcahkan masalah. Apalagi jika dihadapkan pada permasalahan baru yang belum ada sebelumnya. Dengan kata lain, mahasiswa hanya menjadi pembelajar dalam masa kuliah dan karena diminta oleh dosen (selain orang tua dan pacar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p><span id="more-202"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, orang Indonesia yang menjadi profesor di University of Tokyo, menyatakan bahwa hal inilah yang membedakan pendidikan di Indonesia dengan pendidikan di Jepang atau negara maju lainnya. Karena itu, seharusnya pola pikir pembelajar yang analitis dan selalu ingin tahu perlu ditanamkan dalam benak mahasiswa Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya hal ini menjadi tantangan bagi dosen, karena dosen tidak cukup memberi materi dan membuat soal sesuai materi tersebut. Namun lebih dari itu, dosen dituntut harus memberikan <strong>pengalaman belajar</strong> yang dapat membangkitkan keingintahuan dan keinginan meneliti dari mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Dosen juga diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa untuk tidak hanya menghafal dan menggunakan rumus, melainkan <strong>mempertanyakan alasan </strong>penggunaan rumus ataupun teorema tertentu. Hal ini berpengaruh pada pemberian tugas dan evaluasi. Jika tes tertulis menjadi hal yang umum, mungkin sudah saatnya bentuk evaluasi lain yang lebih komprehensif dan &#8220;menarik&#8221; diberikan pada mahasiswa. Dan seterusnya..</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu tolok ukur keberhasilan dosen (menurut saya) ialah jika mahasiswa menjadi sangat menyenangi topik yang diberikan dosen dan meneruskan untuk mempelajarinya, bahkan di saat mahasiswa tersebut sudah lulus kuliah dan menjadi sarjana. Dan ia menjadi <strong>pembelajar seumur hidup</strong>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belajardikampus.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belajardikampus.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belajardikampus.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belajardikampus.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belajardikampus.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belajardikampus.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belajardikampus.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belajardikampus.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belajardikampus.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belajardikampus.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belajardikampus.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belajardikampus.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belajardikampus.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belajardikampus.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=202&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/06/23/mengajar-mahasiswa-untuk-menjadi-pembelajar-seumur-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0b41fc1439eb2a5562532ab86e14955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/06/old-people-learn.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">old people learn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Quantum Teaching &#8211; sebuah ringkasan</title>
		<link>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/06/08/quantum-teaching-sebuah-ringkasan/</link>
		<comments>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/06/08/quantum-teaching-sebuah-ringkasan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 14:02:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Handy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Quantum Learning]]></category>
		<category><![CDATA[quantum learning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajardikampus.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Pernah mendengar atau membaca tentang Quantum Teaching? Kalau anda seorang guru atau dosen mungkin sudah sangat sering mendengar tentang konsep yang dikemukakan Bobby De Porter ini ya. Saya mencoba meringkas dan mengadaptasi QT untuk keperluan mengajar saya di kampus. Semoga semester depan bisa saya terapkan. Here they are. Asas Utama Asas utama Quantum Teaching : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=195&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/06/quantum-teaching2.jpg"><img class="size-medium wp-image-199 alignleft" title="quantum teaching2" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/06/quantum-teaching2.jpg?w=150&#038;h=192" alt="" width="150" height="192" /></a>Pernah mendengar atau membaca tentang Quantum Teaching? Kalau anda seorang guru atau dosen mungkin sudah sangat sering mendengar tentang konsep yang dikemukakan Bobby De Porter ini ya.</p>
<p>Saya mencoba meringkas dan mengadaptasi QT untuk keperluan mengajar saya di kampus. Semoga semester depan bisa saya terapkan. <em>Here they are.</em></p>
<p><strong>Asas Utama</strong></p>
<p>Asas utama <em>Quantum Teaching </em>:</p>
<blockquote><p>“Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”.</p></blockquote>
<p>Kita perlu masuk dulu ke dalam dunia mahasiswa. Dapatkanlah wewenang dan hak untuk memasuki dunia mereka. Wewenang itu akan diberikan mahasiswa dengan sukarela, jika Anda memperlakukan mereka sebagai manusia. Manusia dewasa dengan segala aspek kepribadiannya.</p>
<p>Setelah kaitan itu terbentuk, barulah Anda dapat membawa mereka ke dalam dunia Anda. Di sinilah hal – hal baru Anda beberkan kepada mereka, sehingga pada akhirnya mereka memahami isi dunia Anda, dan membawanya ke dalam dunia mereka sendiri (sebagai milik pribadi mereka).</p>
<p><strong>Model Quantum Teaching</strong></p>
<p>Unsur – unsur dari “simfoni” pembelajaran Anda adalah : konteks dan isi. <span id="more-195"></span></p>
<p>Konteks adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menyampaikan isi dengan baik. Bagian – bagiannya ialah :</p>
<ol>
<li>Suasana yang memberdayakan
<ol>
<li>Kepercayaan dosen akan kemampuan dan motivasi mahasiswa harus  terlihat jelas. Dosen perlu punya pandangan positif terhadap  mahasiswanya.
<ul>
<li>Memperhatikan emosi mahasiswa dapat membantu  mempercepat pembelajaran mereka. Kondisi “flow” saat belajar/kuliah  sangat penting.</li>
</ul>
</li>
<li>Supaya siswa terlibat dalam kuliah, dosen  harus membangun hubungan, yaitu dengan menjalin rasa simpati dan  pengertian. Mahasiswa (sebagai manusia) lebih penting dari materi.</li>
<li>Perlunya  membawa kegembiraan dalam proses belajar – mengajar melalui : afirmasi  (penguatan), pengakuan, dan perayaan.
<ul>
<li>RESIKO + KEGEMBIRAAN =  KERIANGAN</li>
</ul>
</li>
<li>Resiko membangkitkan keinginan “bertualang” bagi  para pelajar. Tanpa resiko, mereka akan tinggal dalam zona nyaman yang  membosankan.</li>
<li>Membuat semua siswa merasa “saling memiliki” satu  dengan yang lain. Kepaduan tim ini membuat orang merasa berdaya untuk  keluar dan mempertaruhkan zona nyaman mereka demi sukses dan belajar.</li>
<li>Keteladanan  sangat penting. Diri Anda lebih penting dari pengetahuan Anda.</li>
</ol>
</li>
<li>Landasan yang kukuh
<ol>
<li>Komunitas belajar perlu memiliki tujuan yang  sama (yang disepakati di awal perkuliahan).</li>
<li>Prinsip – prinsip  (sama dengan nilai – nilai moral yang dipegang oleh kelas). Tentukanlah  hal itu bersama – sama, dan peganglah sepanjang semester.</li>
<li>Yakin  akan kemampuan Anda mengajar, dan kemampuan siswa Anda belajar.</li>
<li>Kesepakatan,  kebijakan, prosedur, dan peraturan. Semakin jelas, mahasiswa akan  semakin merasa aman dan minim kejutan.</li>
<li>Menjaga komunitas tetap  berjalan (dan bertumbuh)
<ul>
<li>Mahasiswa adalah mitra (bukan obyek) dalam belajar.</li>
</ul>
<ul>
<li>Penggambaran tentang masa depan, AMBAK bagi mahasiswa dalam kehidupannya nanti sangat penting.</li>
</ul>
</li>
</ol>
</li>
<li>Lingkungan yang mendukung (<em>lebih cocok untuk siswa di sekolah</em>)</li>
<li>Rancangan belajar yang dinamis
<ol>
<li>Merancang pengajaran dengan konsep : “Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”.</li>
<li>Memahami modalitas “V, A, K”</li>
<li>Bagaimana rancangan pengajaran (SAP) anda memastikan kesuksesan mahasiswa? Karena siswa punya 2 masalah : pelajaran sulit &amp; resiko besar. Pergunakanlah konsep :
<ul>
<li>Multisensori (V, A, K), pemotongan menjadi segmen, dan pengulangan.</li>
<li>Kelompok besar &#8211;&gt; kelompok kecil &#8211;&gt; individu (mengurangi resiko)</li>
</ul>
</li>
<li>Kerangka rancangan Quantum Teaching (TANDUR) :
<ul>
<li>T  : Tumbuhkan. Pikat mereka, puaskan AMBAK.</li>
</ul>
<ul>
<li>A : Alami. Berikan mereka pengalaman belajar, tumbuhkan kebutuhan untuk mengetahui sesuatu</li>
<li>N : Namai. Berikan “data”, “nama”, “kunci” saat minat memuncak.</li>
<li>D : Demonstrasikan. Beri kesempatan mereka untuk menghayati dan membuat pengetahuan sebagai “milik/pengalaman pribadi”.</li>
<li>U : Ulangi. Rekatkan gambar keseluruhannya.</li>
<li>R : Rayakan.  Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan. Perayaan menambatkan pengalaman belajar dengan asosiasi positif.</li>
</ul>
</li>
<li>Multiple Intelligence dan Slim n Bil</li>
<li>Penggunaan metafora, perumpamaan dan sugesti (positif) dalam pengajaran.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Sedang isi adalah materi yang Anda bawakan beserta cara penyampaiannya kepada mahasiswa. Bagian – bagiannya meliputi :</p>
<ol>
<li>Penyajian yang prima
<ol>
<li>Tujuh pedoman presentasi sukses
<ol>
<li>Memahami apa yang Anda inginkan</li>
<li>Membina hubungan dengan mahasiswa</li>
<li> “Membaca” kondisi terkini mereka</li>
<li> Memiliki target untuk keadaan mereka</li>
<li> Menggunakan modalitas mereka (V, A, K)</li>
<li> Memanfaatkan ruangan</li>
<li> Bersikap tulus</li>
</ol>
</li>
<li>Menjadi quantum teacher</li>
<li>Pencocokan modalitas</li>
<li>Empat prinsip komunikasi ampuh
<ol>
<li> Munculkan kesan positif</li>
<li> Arahkan fokus dengan kata –  kata</li>
<li> Bersikap inklusif (mengajak), bukan memaksa</li>
<li> Jelas  dan spesifik</li>
</ol>
</li>
<li>Komunikasi nonverbal
<ul>
<li> Kontak mata</li>
<li> Ekspresi  wajah</li>
<li> Nada suara/intonasi</li>
<li> Gerak tubuh</li>
<li> Sosok/postur</li>
</ul>
</li>
<li>Paket presentasi efektif, dosen sebagai
<ol>
<li>Penemu</li>
<li>Pemimpin</li>
<li>Pengarah</li>
</ol>
</li>
<li>Penambatan. Perlunya tambatan pribadi bagi masing – masing mahasiswa  sehingga mereka dapat mengakses yang terbaik dari kemampuan Anda.</li>
</ol>
</li>
<li>Fasilitasi yang luwes</li>
<li>Ketrampilan belajar untuk belajar</li>
<li>Ketrampilan hidup</li>
</ol>
<p>Selengkapnya bisa membaca &#8220;Quantum Teching&#8221; karya Bobby DePorter. Buku ini baru diterbitkan ulang dengan wajah baru oleh Penerbit Kaifa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belajardikampus.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belajardikampus.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belajardikampus.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belajardikampus.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belajardikampus.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belajardikampus.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belajardikampus.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belajardikampus.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belajardikampus.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belajardikampus.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belajardikampus.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belajardikampus.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belajardikampus.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belajardikampus.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=195&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/06/08/quantum-teaching-sebuah-ringkasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0b41fc1439eb2a5562532ab86e14955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/06/quantum-teaching2.jpg?w=234" medium="image">
			<media:title type="html">quantum teaching2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang perlu diajarkan kepada mahasiswa?</title>
		<link>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/02/16/apa-yang-perlu-diajarkan-kepada-mahasiswa/</link>
		<comments>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/02/16/apa-yang-perlu-diajarkan-kepada-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 01:39:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Handy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajardikampus.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Besok saya akan mengajar mahasiswa saya kembali di semester yang baru ini. Saya mencoba me-refresh dengan menanyakan : Apa yang perlu diajarkan kepada mahasiswa? UNESCO memberikan tujuan belajar sebagai berikut : Learn to know Learn to do Learn to be Learn to live together Namun saya mempunyai &#8220;perjalanan&#8221; saya sendiri untuk menemukan hal tersebut. Mari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=185&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Besok saya akan mengajar mahasiswa saya kembali di semester yang baru ini. Saya mencoba me-refresh dengan menanyakan :</p>
<blockquote><p>Apa yang perlu diajarkan kepada mahasiswa?</p></blockquote>
<p><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/02/student-meeting.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-186" title="student meeting" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/02/student-meeting.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>UNESCO memberikan tujuan belajar sebagai berikut :</p>
<ol>
<li><em>Learn to know</em></li>
<li><em>Learn to do</em></li>
<li><em>Learn to be</em></li>
<li><em>Learn to live together</em></li>
</ol>
<p>Namun saya mempunyai &#8220;perjalanan&#8221; saya sendiri untuk menemukan hal tersebut. Mari mundur ke masa lalu.</p>
<p>Dalam benak saya sebagai dosen baru (5 tahun yang lalu), tentunya saya akan <strong>memberikan pada mereka ilmu pengetahuan </strong>yang saya miliki. Istilahnya mungkin &#8220;knowledge transfer&#8221;. Pada periode ini, saya berusaha keras untuk menguasai materi, menyiapkan presentasi, merancang kerangka pengajaran, dan lain &#8211; lain.</p>
<p>Setelah 1 sampai 2 tahun mengajar, saya melihat bahwa tidak semua ilmu yang saya ajarkan akan berguna di dunia kerja. Sehingga saya mulai mencoba menyesuaikan materi kuliah dengan <strong>kebutuhan di dunia kerja</strong>. Kadang saya bertanya kepada para alumni senior, kakak tingkat, mantan mahasiswa, untuk mencari tahu apakah ilmu yang saya ajarkan terpakai atau tidak? Memang hal ini tidak mudah, tapi saya terus berusaha untuk melakukannya. <span id="more-185"></span></p>
<p>Pada tahun ke 3 sampai 4, saya mendapat pemahaman bahwa mahasiswa tidak hanya butuh ilmu pengetahuan dan keahlian saja (<em>hard skill</em>) melainkan juga harus memiliki sikap dan etos yang baik (<em>soft skill</em>). Banyak ahli berpendapat bahwa kunci keberhasilan seseorang lebih banyak karena ia memiliki <strong><em>soft skill </em></strong>yang baik. Maka saya mencoba memasukkan unsur &#8211; unsur : kerja sama tim, tanggung jawab, antusiasme, dll, dalam mata kuliah saya.</p>
<p>Dalam waktu yang bersamaan saya membaca buku <em>Quantum Learning</em> yang banyak sekali mengubah pandangan saya tentang belajar. Bahwa belajar itu menyenangkan. Bahwa belajar itu akan kita gunakan seumur hidup. Bahwa yang terpenting adalah <strong>belajar bagaimana kita belajar</strong>.<strong> </strong>Saya juga menjadi memahami pentingnya <strong>sikap ilmiah</strong> (selalu ingn tahu, kritis, menghargai pendapat orang lain, mengutamakan kebenaran karena fakta, dll) bagi mahasiswa selama menjalani studi di kampus. Jadi itulah yang juga coba saya tanamkan pada mereka.</p>
<p>Demikianlah perjalanan saya dalam mencari apa yang perlu diajarkan kepada mahasiswa. Namun sebenarnya ada 1 hal pokok yang saya sadari sejak awal, bahwa saya sebagai dosen harus menolong mahasiswa untuk <strong>lebih mengenal Tuhan</strong>. Melalui kata &#8211; kata, perbuatan, dan apapun yang bisa saya lakukan (meski sangat sangat berat..). Karena seorang yang pandai, hebat, tidak akan ada artinya jika ia tidak mengenal Tuhan dan berlaku baik pada sesamanya.</p>
<p><em>That&#8217;s my opinion!</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belajardikampus.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belajardikampus.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belajardikampus.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belajardikampus.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belajardikampus.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belajardikampus.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belajardikampus.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belajardikampus.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belajardikampus.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belajardikampus.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belajardikampus.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belajardikampus.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belajardikampus.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belajardikampus.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=185&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/02/16/apa-yang-perlu-diajarkan-kepada-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0b41fc1439eb2a5562532ab86e14955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/02/student-meeting.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">student meeting</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti sebuah kesempatan (buat kamu &#8211; kamu yang bosan kuliah)</title>
		<link>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/01/13/arti-sebuah-kesempatan-buat-kamu-kamu-yang-bosan-kuliah/</link>
		<comments>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/01/13/arti-sebuah-kesempatan-buat-kamu-kamu-yang-bosan-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 08:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Handy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teacher's heart]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajardikampus.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda pernah merasa bosan kuliah? Malas, jenuh dan merasa benci setengah mati mengikuti perkuliahan di kampus? Jika iya, coba pikirkan lagi. Pernahkah memikirkan apa yang membedakan kita (yang dapat mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi) dengan orang lain? Saya sering kali mengamati banyak orang mulai yang muda sampai lanjut usia harus bekerja keras membanting tulang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=178&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Anda pernah merasa bosan kuliah? Malas, jenuh dan merasa benci setengah mati mengikuti perkuliahan di kampus?</p>
<p>Jika iya, coba pikirkan lagi.</p>
<p><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/01/sekolahbangunanbambu.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-182" title="sekolahbangunanbambu" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/01/sekolahbangunanbambu.jpg?w=220&#038;h=147" alt="" width="220" height="147" /></a></p>
<p>Pernahkah memikirkan apa yang membedakan kita (yang dapat mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi) dengan orang lain? Saya sering kali mengamati banyak orang mulai yang muda sampai lanjut usia harus <strong>bekerja keras membanting tulang </strong>untuk memperoleh sesuap nasi. Mereka yang menarik becak, menambal ban, berjualan asongan, dan beribu pekerjaan kasar lainnya. Apa yang membuat saudara sebangsa kita ini harus mengalami kesulitan sedemikian?</p>
<p>Saya yakin salah satu jawabannya ialah karena mereka tidak memiliki <strong>pendidikan memadai </strong>untuk memperoleh pekerjaan yang lebih layak.</p>
<p>Menurut Bambang Widianto (staf ahli Menneg PPN bidang SDM dan Kemiskinan) hanya <strong><a href="http://www.sfeduresearch.org/content/view/317/71/lang,id/" target="_blank">2.7%</a></strong> <strong>rakyat Indonesia yang berhasil lulus S1</strong>. &#8220;Jadi kalau Anda lulus S1, itu elit sekali,&#8221; begitu tutur beliau. Melihat statistik yang sedemikian, berarti Anda, mahasiswa, lebih beruntung dibanding 97.3% rakyat Indonesia lain yang tidak punya kesempatan untuk kuliah. <span id="more-178"></span></p>
<p>Saya yakin, bukan berarti mereka yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi itu berarti kurang pandai ataupun malas (meski ada juga yang demikian). Namun banyak juga yang dikarenakan mereka <strong>tidak punya kesempatan</strong> dan <strong>akses</strong> pada pendidikan yang memadai.</p>
<p>Kesempatan di sini saya artikan sebagai<strong> &#8220;peluang yang muncul dari kesiapan sarana fisik &#8211; mental&#8221;</strong>. Banyak sekali anak yang pandai namun tidak memiliki cukup dana untuk bisa bersekolah sampai ke jenjang pendidikan tinggi. Atau ada juga anak yang orang tuanya tidak menyadari pentingnya pendidikan sehingga pada akhirnya dia tidak memiliki pola pikir terdidik yang baik.</p>
<p>Pertama kali saya bersentuhan dengan <strong>kesempatan </strong>ini adalah saat hendak menolong salah seorang teman yang bersemangat dan cukup pandai untuk masuk ke salah satu PTN di Surabaya. Tapi apa daya, meski nilai ujiannya memenuhi, ia tetap tidak dapat mengikuti kuliah karena keterbatasan dana.</p>
<p>Karena itu, saat saya berkesempatan menyekolahkan adik saya, saya punya 1 tekad untuk membekali dia dengan pendidikan yang setinggi mungkin yang bisa ia dapatkan. Mulanya ia hanya ingin kursus, atau mengambil diploma, namun saya meminta dia memilih jurusan S1 yang dia sukai. Sebenarnya saya tidak ingin memaksa dia, saya hanya tahu <strong>tanpa pendidikan memadai, orang bisa terpinggirkan di masa depan</strong>.</p>
<p>Jadi selama orang tua (atau ada pihak lain) masih memberi semangat, menyediakan dana dan fasilitas untuk mengikuti kuliah sampai lulus, jangan sia &#8211; siakan itu. <strong>Syukurilah dan gunakanlah kesempatan ini sebaik &#8211; baiknya</strong>.</p>
<p>Dan suatu saat, jika Anda berhasil, jangan lupa memberikan hadiah terbaik bagi orang lain. <strong>Pendidikan</strong>.</p>
<p><em>Maju terus pendidikan Indonesia!</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belajardikampus.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belajardikampus.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belajardikampus.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belajardikampus.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belajardikampus.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belajardikampus.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belajardikampus.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belajardikampus.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belajardikampus.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belajardikampus.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belajardikampus.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belajardikampus.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belajardikampus.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belajardikampus.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=178&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajardikampus.wordpress.com/2010/01/13/arti-sebuah-kesempatan-buat-kamu-kamu-yang-bosan-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0b41fc1439eb2a5562532ab86e14955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2010/01/sekolahbangunanbambu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sekolahbangunanbambu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meneliti untuk Masyarakat</title>
		<link>http://belajardikampus.wordpress.com/2009/10/16/meneliti-untuk-masyarakat/</link>
		<comments>http://belajardikampus.wordpress.com/2009/10/16/meneliti-untuk-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 11:32:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Handy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meneliti]]></category>
		<category><![CDATA[meneliti]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajardikampus.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Apa artinya &#8220;meneliti untuk masyarakat&#8221;? Sebagai dosen yang harus meneliti, saya menyadari bahwa ada kecenderungan bagi seorang peneliti untuk &#8220;meneliti untuk penelitian&#8221; atau &#8220;meneliti untuk Call for Paper&#8221;, dalam arti penelitian yang ia lakukan mungkin diakui sebagai karya ilmiah dan dapat digunakan untuk mengikuti seminar, namun sebenarnya tidak (terlalu) berguna untuk masyarakat. Saya sendiri merasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=169&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa artinya &#8220;meneliti untuk masyarakat&#8221;?</p>
<p>Sebagai dosen yang harus meneliti, saya menyadari bahwa ada kecenderungan bagi seorang peneliti untuk &#8220;meneliti untuk penelitian&#8221; atau &#8220;meneliti untuk Call for Paper&#8221;, dalam arti penelitian yang ia lakukan mungkin diakui sebagai karya ilmiah dan dapat digunakan untuk mengikuti seminar, namun sebenarnya tidak (terlalu) berguna untuk masyarakat.</p>
<p>Saya sendiri merasa sangat banyak menghasilkan penelitian dengan kategori seperti yang saya jelaskan di atas. Dan saya ingin belajar untuk berubah..</p>
<p><a href="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2009/10/matthew-sheldon-a-member-of-the-paul-alivisatos-research-group.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-172" title="Matthew-Sheldon-a-member-of-the-Paul-Alivisatos-research-group" src="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2009/10/matthew-sheldon-a-member-of-the-paul-alivisatos-research-group.jpg?w=210&#038;h=300" alt="Matthew-Sheldon-a-member-of-the-Paul-Alivisatos-research-group" width="210" height="300" /></a></p>
<p>(Sumber gambar :    http://mc2.gulf-pixels.com/?p=1217 )</p>
<p><em><strong>It&#8217;s important to save human life</strong></em></p>
<p>Dalam sebuah kesempatan mengikuti seminar di Fukuoka, Jepang, seorang Profesor yang meneliti di bidang &#8220;Rescue Robotic&#8221; menyatakan bahwa yang terpenting baginya ialah &#8220;to save human life&#8221;. Sebuah penelitian yang hebat dan canggih menjadi tidak berarti saat tidak memberi kontribusi pada masyarakat luas.</p>
<p>Di tempat yang sama, terdapat sebuah lembaga yang didanai pemerintah Jepang untuk mempromosikan penerapan ilmu multi disiplin untuk memecahkan masalah &#8211; masalah aktual di dunia. Lembaga ini mengumpulkan peneliti dari berbagai bidang ilmu untuk duduk bersama &#8211; sama dan mulai berpikir bagaimana memberi dampak nyata bagi masyarakat luas. <span id="more-169"></span></p>
<p><strong>Penelitian jangka panjang dan berkelanjutan</strong></p>
<p>Untuk mewujudkan penelitian yang bermanfaat untuk masyarakat, tidak mungkin seorang peneliti melakukan penelitian &#8220;instan&#8221; selama 1 &#8211; 2 tahun saja. Untuk menghasilkan karya yang tepat guna dan teruji secara ilmiah, seorang peneliti (ataupun <em>research group</em> dimana peneliti itu berada) harus memiliki <em>road map</em> penelitian yang jelas selama bertahun &#8211; tahun (mungkin 5 &#8211; 10 tahun). Hal ini mendorong perbaikan yang terus menerus dari sebuah karya sampai akhirnya menjadi matang dan layak untuk diterapkan masyarakat luas.</p>
<p>Tentunya sangat sering kita jumpai hasil karya Tugas Akhir yang hanya dapat digunakan selama beberapa bulan saja, kemudian dengan segera menjadi &#8220;barang bekas&#8221; di laboratorium. Dengan <em>road map</em> yang jelas, hal tersebut dapat diminimalkan, karena hasil penelitian mahasiswa sebelumnya akan sangat berharga untuk dilanjutkan mahasiswa berikutnya.</p>
<p>Menentukan suatu <em>road map</em> penelitian memang tidak mudah. Diperlukan kedalaman pemahaman terhadap suatu topik ilmu, juga kemauan dari para peneliti untuk saling mengalah demi terciptanya suatu produk yang benar &#8211; benar bermanfaat. Namun tidak mudah bukan berarti tidak mungkin. Sehingga hal tersebut harus dipikirkan sedini mungkin.</p>
<p><strong>Pentingnya Kolaborasi</strong></p>
<p>Dalam mewujudkan suatu karya yang yang bermanfaat, sering kali seorang peneliti tidak bisa bekerja sendiri. Sangat dibutuhkan kolaborasi dengan pihak &#8211; pihak lain. Kolaborasi pertama adalah dalam bidang penguasaan ilmu. Sangat jarang seseorang dapat mengerti semua aspek ilmu dengan mendalam. Untuk menghasilkan karya yang handal, tentunya dibutuhkan <strong>kolaborasi ilmu</strong> antar peneliti. Keberadaan <em>research group</em> intra maupun antar jurusan &#8211; kampus sangat penting artinya.</p>
<p>Selain itu <strong>kolaborasi </strong>dalam hal <strong>pendanaan </strong>juga tidak kalah pentingnya. Tentunya untuk menghasilkan produk penelitian yang bermutu akan dibutuhkan sumber dana yang tidak sedikit, baik untuk pengadaan bahan penelitian maupun sebagai honor bagi pelaku peneliti itu sendiri. Karena itu, mau tidak mau, seorang peneliti juga harus mengusahakan diperolehnya <em>research grant </em>dari pemerintah maupun lembaga &#8211; lembaga lain. Adanya <em>research grant</em> ini juga mendorong tanggung jawab dari peneliti untuk menyelesaikan produk penelitian dengan baik.</p>
<p><strong>Akhirnya&#8230;</strong></p>
<p>Akhirnya, mari mewujudkan penelitian yang benar &#8211; benar berguna dan menyentuh masyarakat. Sehingga melalui ilmu kita yang sedikit, kita (yang beruntung memiliki ilmu sedemikian) dapat memberi nilai tambah dan membantu masyarakat luas.</p>
<p><em>(Note : tulisan ini dibuat untuk mendorong penulis untuk lebih bersungguh &#8211; sungguh untuk menghasilkan karya penelitian yang berguna untuk masyarakat)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belajardikampus.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belajardikampus.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belajardikampus.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belajardikampus.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belajardikampus.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belajardikampus.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belajardikampus.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belajardikampus.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belajardikampus.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belajardikampus.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belajardikampus.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belajardikampus.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belajardikampus.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belajardikampus.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belajardikampus.wordpress.com&amp;blog=4984402&amp;post=169&amp;subd=belajardikampus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajardikampus.wordpress.com/2009/10/16/meneliti-untuk-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0b41fc1439eb2a5562532ab86e14955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">handy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belajardikampus.files.wordpress.com/2009/10/matthew-sheldon-a-member-of-the-paul-alivisatos-research-group.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">Matthew-Sheldon-a-member-of-the-Paul-Alivisatos-research-group</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
